Diagonal Select - Hello Kitty

Rabu, 09 Maret 2016

Cinta tapi beda

Ketika hati menyapa embun, sorak gemuruh bumi dan kicauan sang pemilik ranting berbunyi menyambut hari, seketika diri tak sanggup menahan segala rasa pada detik ini. Oh, Tuhan. Segala rasa kau ciptakan, segala wujud kau adakan apakah ini sebuah suratan? Diriku jatuh pada sebuah kesukaran, tanpa suatu alasan~

Dia..., apakah akan menjadi separuh dari hidupku? Ataukah mungkin hanya seorang figuran yang selintas melewati pagelaranku saja? Tuhan biarkan aku melepaskan segala rasaku secara perlahan, sampai aku lupa bahwa rasaku ini pernah melekat padanya. Andaikan, semua hal yang sudah terlewat bisa ku putarlagi, aku ingin agar "engkau tak pernah pertemukan aku dengan-nya" namun... Semua sudah terlanjur membubur, es pun sudah mencair... Meski es mampu untuk dibekukan kembali namun, tetap saja waktu-nya  akan berbeda. Bukan masalah cinta-ku tapi, pada apa yang kami yakini. Kami berbeda~ dan,kami tak akan mengkhianati hal itu. Semua bertitik pada iman kami, jika saja kami satu... Mungkin, tidak akan seberat ini cobaan untuk kami. Soal mempersatukan rasa, mungkin itu hal yang mudah. Tapi masalah ini? Memang tak bisa digugatkan~

Sungguh besar memang rasa-ku ini, seakan gila dibuatnya... Sampai aku lupa, memang semuanya sudah rencana-Mu. Meski memang sulit rasanya menghilangkan, namun aku coba saja untuk mengikhlaskan... Karena memang pada dasarnya, Tuhan pasti mempertemukan "kami" dengan segala Alasan indah-Nya. Jika memang kami tak nemenukan satu alasan-Nya mungkin dibaliknya lagi di lembaran-lembarannya yang lain akan kami temukan setitik-titik jawaban-Nya(bahkan) bukan suatu alasan(lagi) yang terangkai. Jika aku katakan sakit, pasti memang! Namun, jika bukan dengan dikorbankan? Bagaimanalagi... Tuhan kami mengetahui semua yang terbaik untuk "kami", disaat kami sudah disatukan dengan yang Lain, mungkin itu karunia berbeda yang kami dapat, Tuhan kami yang akan memilihkannya nanti.

Jujur saja, perih memang perih... Sakit memang sakit. Berada jauh darinya hanya untuk sesaat saja rindu rasanya, apalagi bila memang mesti dipisahkan? Yang aku heran, apakah Tuhan merencanakan sakit ini untukku? Apakah Tuhan sudah merangkaikan segalanya untukku? Apakah Tuhan menyusun suatu peristiwa agar aku mengenalinya? Lalu dipisahkan dengan begitu mudahnya? Oh Tuhan  , sulit rasanya bila diungkapkan... Bila memang mencintainya-pun adalah takdirku, jadikan setetes demi tetes air mata perih ini sebagai jaminan untuk (ia) yang kau pilihkan untukku yang memang (satu).
-Amin-

Bingung ya? Mau diterusin dosa, diakhiripun sakit. Namanya perasaan? Ciptaan Tuhan juga, tapi... Kalau kita yakin sama (dia) yang maha pencipta, inshaa allah dikasih yang lebih dari yang salah ini... Setidaknya bukan dia, tapi yang lebih baik dari dia :) -aminyarob-

Noted : pacaran satu iman saja tidak boleh, apalagi "berbeda" :)
### ini memang pengalaman sendiri, tapi sekarang sudah tau dan mencoba jadi lebih baiklagi dan pasti belajar untuk menjauhi semua itu :)




Sapi Betina (Al-Baqarah):221
- Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.

Orang-orang kafir (Al-Kāfirūn):6
- "Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku".

9 komentar: